PPC Iklan Blogger Indonesia

Selasa, 29 Oktober 2013

cara menanam bayam


Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Tanaman bayam berasal dari daerah Amerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintas perdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia.
Bayam merupakan bahan sayuran daun yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat. Daun bayam dapat dibuat berbagai sayur mayur, bahkan disajikan sebagai hidangan mewah (elit). Di beberapa negara berkembang bayam dipromosikan sebagai sumber protein nabati, karena berfungsi ganda bagi pemenuhan kebutuhan gizi maupun pelayanan kesehatan masyarakat.

Tanaman bayam memerlukan cahaya matahari penuh. Kebutuhan akan sinar matahari untuk
tanaman bayam cukup besar. Pada tempat yang terlindungi (ternaungi), pertumbuhan bayam
menjadi kurus dan meninggi akibat kurang mendapat sinar matahari penuh.

Suhu udara yang sesuai untuk tanaman bayam berkisar antara 16 – 20 derajat C. Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman bayam antara 40 – 60%. Tanaman bayam menghendaki tanah yang gembur dan subur. Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman bayam adalah yang penting kandungan haranya terpenuhi.

Tanaman bayam termasuk peka terhadap pH tanah. Bila pH tanah di atas 7 (alkalis), pertumbuhan daun-daun muda (pucuk) akan memucat putih kekuning – kuningan (klorosis). Sebaliknya pada pH di bawah 6 (asam), pertumbuhan bayam akan merana akibat kekurangan beberapa unsur. Sehingga pH tanah yang cocok adalah antara 6 – 7.

Tanaman bayam sangat reaktif dengan ketersediaan air di dalam tanah. Bayam termasuk tanaman yang membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannnya. Bayam yang kekurangan air akan terlihat layu dan terganggu pertumbuhannya. Penanaman bayam dianjurkan pada awal musim hujan atau akhir musim kemarau.


Jenis bayam dibedakan 2 macam, yaitu:
1. Bayam cabut atau bayam sekul alias bayam putih (A. tricolor L.). Ciri – ciri bayam cabut adalah memiliki batang berwarna kemerah-merahan atau hijau keputih – putihan, dan memilki bunga yang keluar dari ketiak cabang. Bayam cabut yang batangnya merah disebut bayam merah, sedangkan yang batangnya putih disebut bayam putih.

2. Bayam tahun, bayam skop atau bayam kakap (A. hybridus L.). Ciri – ciri bayam ini adalah memiliki daun lebar – lebar, yang dibedakan atas 2 spesies yaitu:

1. A. hybridus caudatus L., memiliki daun agak panjang dengan ujung runcing, berwarna hijau  kemerah – merahan atau merah tua, dan bunganya tersusun dalam rangkaian panjang terkumpul pada ujung batang.

2. A. hibridus paniculatus L., mempunyai dasar daun yang lebar sekali, berwarna hijau, rangkaian bunga panjang tersusun secara teratur dan besar – besar pada ketiak daun.



Varietas bayam unggul ada 7 macam yaitu; varietas Giri Hijau, Giti Merah, Maksi, Raja, Betawi,
Skop, dan Hijau. Sedangkan beberapa varietas bayam cabut unggul adalah Cempaka 10 dan Cempaka  20.


Penanaman
Sebelum disebar dibedeng, biji bayam yang halus dicampur dengan abu dapur kering atau pasir sebanyak 10 kali jumlah biji sampai tercampur rata, lalu desebar dalam alur barisan membujur, jarak antar barisan sekitar 20 cm. jumlah biji yang diperlukan untuk tiap 10 m2 dibutuhkan biji sekitar 10 kg, jadi untuk satu ha dibutuhkan biji sekitar 10 kg. Berat 1000 butir biji bayam merah rata-rata 0,59 gr, biji bayam putih sekitar 0.68gr.
biji yang sudah disebar, harus ditutup dengan tanah halus atau pupuk kandang yang sudah matang. lebih baik lagi bila ditutup dengan lapisan jerami. Biasanya setelah 3-5 hari setelah benih disebar maka akan berkecambah. Setelah biji mulai tumbuh, penutup tanah harus dibuka.
Pemupukan 
Pupuk kandang diberikan dengan dosis 10 ton/ha atau 1 kg/10 m2 bila kondisi tanahnya kurang subur/kandungan bahan organiknya rendah.
pupuk buatan yang diberikan adalah 120 kg N/ha, 90 kg/ha P2O5 dan 50 kg/ha K2O atau setara 30 gr Urea, 20 gr SP-36 dan 10 gr tiap m2 luas bedengan. 
pupuk tersebut disebar rata dan diaduk pada bedengan, kemudian permukaan bedengan diratakan.
Pemeliharaan 
Tanaman bayam memerlukan air 4 mm tau 4 liter tiap m2 sehari pada saat tanaman masih mudah sanpai minggu pertama, tetapi tanaman menjelang dewasa tanaman ini memerlukan air sekitar 8 mm atau 8 liter/m2 setiap hari.
jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam di antaranya ulat daun dan belalang. Kalau terpaksa harus menggunakan insektisida, gunakan jenis insektisida yang aman dan mudah terurai seperti insektisida biologi, atau insektisida nabati. Sedangkan penyakit biasanya kurang merugikan tanaman bayam khususnya apabila kondisi lingkungan sekitar pertananaman terpelihara seperti drainase baik, cahaya matahari maksimum dan pemupukan tidak terlalu banyak. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar